Wajah Pendidikan Indonesia

Menanti Senyuman di Raut Kusam

Entries from October 2005

Puluhan Juta Warga Indonesia Masih Buta Huruf

October 31st, 2005 · Comments Off

Publikasi: Media Indonesia, 29 Oktober 2005
Judul: Puluhan Juta Warga Indonesia Masih Buta Huruf
Penulis: -
“Masyarakat di tanah air ini masih banyak yang tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan itu akan berdampak pada keterbatasan kemampuan dan kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Prof. DR. Aron Meko Mbete, pada Diskusi Panel Pemberdayaan Bahasa Indonesia dalam [...]

[Read more]

Tags: Rujukan

Kompetensi Guru Dalam Strategi Ajar

October 24th, 2005 · 2 Comments

Publikasi: Pikiran Rakyat, 24 Oktober 2005
Judul: Kompetensi Guru Dalam Strategi Ajar
Penulis: Uus Toharudin (Pemerhati masalah pendidikan, mahasiswa pasca sarjana S-3 UPI, juga Pembantu Dekan II Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpas Bandung.)
SEDIKITNYA 50 persen guru di Indonesia tidak memiliki kualitas sesuai standardisasi pendidikan nasional (SPN). Untuk itu perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas [...]

[Read more]

Tags: Rujukan

Soal UN, Pemerintah Tak Berani Berspekulasi

October 24th, 2005 · Comments Off

Publikasi: Jawa Pos, 18 Oktober 2005
Judul: Pemerintah Tak Berani Berspekulasi
Penulis: -
…seperti diungkapkan pakar pendidikan Surabaya Muklas Samani. Menurutnya, standar Unas tahun lalu yang besarnya 4,25 dianggap kurang. Logikanya, siswa hanya diwajibkan mengerjakan 42,5 persen total kewajiban. “Tentu hal ini kurang pas,” tutur Muklas kemarin.
Angka ini, lanjut Muklas, menunjukkan jika perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di [...]

[Read more]

Tags: Rujukan

Nilai Lulus UN 2006 Rata-rata 4,5

October 19th, 2005 · 1 Comment

Publikasi: Pikiran Rakyat, 19 Oktober 2005
Judul: Nilai Lulus UN 2006 Rata-rata 4,5
Penulis: -
“Dua-duanya (kriteria itu-red.) harus dipenuhi. Jadi, masing-masing mata pelajaran harus lebih besar dari 4,25 dan rata-rata ketiganya lebih dari 4,5. Artinya, (nilai) ketiga mata pelajaran jumlahnya harus minimum 13,5,” jelas Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suhendro dalam penjelasan di Gedung Depdiknas, [...]

[Read more]

Tags: Rujukan

Mengapa Publikasi Ilmiah Kita Rendah

October 5th, 2005 · Comments Off

Publikasi: Pikiran Rakyat, 5 Oktober 2005
Judul: Mengapa Publikasi Ilmiah Kita Rendah?
Penulis: Khaerudin Kurniawan. (Dosen FPBS Universitas Pendidikan Indonesia.)
Menurut laporan Dirjen Dikti, jumlah peneliti Indonesia saat ini baru mencapai rasio 1: 10.000. Artinya, satu peneliti untuk 10.000 penduduk. Dengan populasi penduduk Indonesia saat ini 210 juta jiwa, berarti baru terdapat sekira 21.000 peneliti. Untuk mendongkrak jumlah [...]

[Read more]

Tags: Rujukan