Publikasi: Jawa Pos, 18 Oktober 2005
Judul: Pemerintah Tak Berani Berspekulasi
Penulis: -
…seperti diungkapkan pakar pendidikan Surabaya Muklas Samani. Menurutnya, standar Unas tahun lalu yang besarnya 4,25 dianggap kurang. Logikanya, siswa hanya diwajibkan mengerjakan 42,5 persen total kewajiban. “Tentu hal ini kurang pas,” tutur Muklas kemarin.
Angka ini, lanjut Muklas, menunjukkan jika perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di negeri ini masih rendah. Ada kesan pemerintah ketakutan jika kejadian banyaknya siswa gagal lulus bakal terjadi lagi. “Jika pemerintah serius memperbaiki kualitas pendidikan. Pasti standar Unas bakal naik,” lanjut pria yang juga dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.