Publikasi: Pikiran Rakyat, 27 Desember 2005
Judul: KBM yang tak Biasa, Mengapa tidak?
Penulis: Mustar, S.Pd. (Guru geografi SMA Negeri 25 Bandung.)
…jangan dilupakan pula bahwa satu jenis KBM saja yang kita gunakan, bukan tidak mungkin menyebabkan kejenuhan. Oleh karena itu, sangat mungkin KBM studi kasus dikombinasikan dengan diskusi dan presentasi oleh guru dan siswa.
Tidak ada salahnya jika para guru mencoba hal yang tidak biasa, barangkali saja sesuai dengan yang diinginkan siswa bahkan guru itu sendiri. Penulis juga berharap agar tulisan ini dapat menjadi bahan renungan oleh guru, manajemen sekolah, pengambil kebijakan, dan orang tua siswa.
1 response so far ↓
1
Sandra
// Dec 29, 2005 at 17:07:53
Sangat setuju dengan pendapat Bapak Mustar, namun apakah dapat diandalkan bahwa semua guru dapat merubah pola pikir mereka menjadi maju seperti KBM kombinasi sebagai media interaktif?
Mungkin bisa, tetapi ini bukan lah tanggung jawab perorangan seorang guru saja, tapi tanggung jawab pengelola pendidikan kita semua, yang mungkin bisa menciptakan suatu Unit khusus dari Departemen untuk melakukan Kajian, penciptaan Program Pengajaran, Metode KBM paling kreatif, dlsb. Sehingga akan diturunkan menjadi Program Kerja “Pelatihan KBM Terkini dan Profesional” bagi Guru-guru.
Yang pada akhirnya kualitas Pendidikan kita tidak lagih kalah bersaing dengan kualitas pendidikan Sekolah-sekolah swasta yang lebih mahal di negeri ini.
Guru hanyalah ujung Tombak, namun Harus ada Team Pemikir yang bertugas membentuk ujung tombak tersebut agar semakin tajam.
rgds,
sandra