Wajah Pendidikan Indonesia

Menanti Senyuman di Raut Kusam

Waktu terus Berjalan, Lakukanlah Sesuatu

January 2nd, 2006 · No Comments
Tamu




Oleh: Sandra Loesi. (Analis Pemasaran.)

Rasanya tidak habis-habisnya. Selalu saja ada topik pembicaraan mengenai kondisi guru dan pendidikan di negeri ini.

Selalu ada motif saling menyalahkan, selalu ada kekurangan. Kadang ada komentar berlebihan, pun kadang yang berkomentar bukanlah praktisi yang profesional. Sehingga yang selalu muncul ke permukaan untuk menjadi wacana Head Line di surat kabar hanya dua kata dasar, yaitu Guru dan atau Pendidikan.

Mengapa tidak dicoba, untuk melakukan sesuatu yang lebih kreatif, lebih semangat, dengan prinsip ingin berubah demi kebaikan. Kalau bukan sekarang kapan lagi?… Bicara memang mudah, tak semudah pelaku mengerjakannya. Namun apakah pelaku tahu yang dikerjakannya akan benar jika tidak dicoba? Percuma ada litbang, percuma ada survai, percuma dibuat kajian jika rencana pelaksanaan selalu tidak sesuai karena motif kepentingan individu dan instansi yang belum sinergi di departemen terkait.

Marilah kita mencoba berfikir besar, karena berfikir sempit hanya mempersempit ruang gerak kita sendiri. Mengapa tidak mencoba bersinergi dengan yang lain, mencoba berdiskusi terbuka, mencoba menerima pandangan orang lain dengan pikiran positif disertai keinginan untuk maju.

Dalam pandangan penulis, program kegiatan belajar mengajar yang lebih baik sudah disadari oleh pihak sekolah swasta. Memang tidak mutlak demikian, masih beberapa saja. Tak berbeda dengan sekolah-sekolah negeri, kemudian kita sebut dengan sekolah negeri unggulan. Bukan kita semua tidak tahu, bukan kita semua tidak peka. Namun lihatlah, yang tahu dan peka dan mau berubah hanya mereka yang kebetulan dapat melaksanakannya lewat pintu-pintu sekolah swasta atau sekolah negeri unggulan tadi. Sehingga wajah sekolah-sekolah tersebut menjadi bagus dan nilai (rating) mereka naik. Adapun kemudian dengan nilai besar tadi, seolah-olah adalah wajar mereka kaitkan dengan pengenaan biaya yang besar juga bagi masyarakat yang ingin mengecap pendidikan berkualitas baik tersebut.

Sebaiknya kita mulai sekarang melakukan sesuatu. Coba kita buat progam kerja dengan berkonsep pada KBM yang lebih bermutu, yang real, yang sesuai dengan kultur anak-anak sekolah kita saat ini. Mudahnya mungkin mencontoh sebagian program dan konsep KBM Sekolah Internasional yang sudah ada. Jadi kita batasi dengan cara mengajar, sebagai prioritas awal.

Contoh program kerja untuk bisa dimanfaatkan oleh Tim Litbang:

  • Buatkan program Teaching Skill (yang kita cuplik dari Selling Skill.)
  • Buatkan Tema Pengajaran yang smart seperti yang identik dengan permainan.
  • Siapkan Materi Pengajaran yang mendukung seperti Poster/Gambar, Flash Card, atau dengan sistem menarik lainnya.
  • Siapkan Standard Performance bagi guru untuk tampilan mereka agar menarik.
  • Ambil sampel 5 guru dengan usia yang relatif sama, gender yang sama, mengajar mata pelajaran yang sama.
  • Berikan kesempatan mereka untuk menyampaikan metode pengajaran sesuai standar yang mereka tahu kepada murid, dibawah pengawasan selama 1 jam.
  • Kemudian dicatat bagaimana kemampuan mengajar dan kekurangannya.
  • Ikutkan mereka dalam Pelatihan Khusus “Teaching Skill” selama 1 minggu, yang didalamnya sudah disiapkan materi pengajaran sebagai berikut;
    • Strategi mengajar dan tujuannya.
    • Analisa kebutuhan mengajar bagi murid.
    • Cara berkomunikasi dalam mengajar.
    • Teknik meyakinkan murid.
    • Cara untuk tampil menarik.
    • Kiat-kiat mengajar efektif.
    • Semangat kerjasama dan keberhasilan.
  • Setelah melalui pelatihan, diujicobakan mengajar kepada murid yang sama dengan waktu pengawasan selama 1 jam dan catat hasilnya.
  • Bandingkan hasil pengamatan sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan, atau ringkasnya evalusi hasil.
  • Pelatihan wajib dilakukan minimal 1 kali setahun, dan dibuat berjenjang untuk kedua kalinya sebagai peningkatan kemampuan mengajar dan pengukuhan konsep mengajar yang baru dan sesuai.
  • Jika muncul mata anggaran yang tidak ada, mohon dibuatkan konsep sponsor, sehingga program tetap berjalan dan biaya dapat ditanggung oleh sponsor.

Demikian usulan pemikiran yang ada dari kami sebagai Pemerhati Wajah Pendidikan Indonesia, semoga kelak Indonesia memiliki generasi-generasi pemrakarsa yang lebih baik dan lebih berkualitas. *

Penulis dapat dihubungi melalui alamat email:
email

Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)