“Orang berpendidikan disebut literat karena mampu melakukan keduanya. Jadi, seorang yang banyak membaca tapi tidak menulis dapat dikatakan setengah berpendidikan.” (A. CHAEDAR ALWASILAH. Kurikulum Berbasis Literasi. Pikiran Rakyat. 25 Januari 2005).
Weblog Wajah Pendidikan Indonesia menanti uluran tangan anda dalam bentuk karya tulis orisinil. Karena WPI tidak mendukung segala bentuk plagiarisme. Plagiarisme hanya menjadikan Wajah Pendidikan di Indonesia kian suram, itu sebab WPI menolak.
Bila anda berkenan mengirimkan tulisan, tidak perlu panjang, tapi kalau memang panjang kenapa tidak?. Yang WPI tekankan adalah isi, dan kejujuran tulisan serta netralitas anda dalam menanggapi sebuah isu. Penting diingat, bahwa WPI hanya akan mempublikasikan tulisan dengan topik yang masih terkait dengan dinamika dunia pendidikan di Indonesia.
Mengadopsi saran dari seorang pengunjung1, mengingat tingginya biaya pendidikan saat ini, ditambah lagi peserta didik masih harus terbebani dengan buku teks pegangan atau semacamnya (seperti Lembar Kerja Siswa, Diktat, dan lain-lain). Maka selain tulisan yang mengangkat isu tentang pendidikan di Indonesia, anda juga (terutama para pendidik) diperkenankan mengirimkan tulisan berupa materi-materi pelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum di sekolah atau lembaga pendidikan lebih tinggi.
Hak cipta naskah tulisan atau materi yang dikirim, sedapat mungkin menggunakan GNU/Free Document Lisence atau variasi dari Creative Commons. Sehingga siapapun dapat melihat, membaca, memodifikasi, dan menyebarluaskannya kembali.
Kirimkan naskah dalam bentuk berkas dengan format terbuka seperti RTF. Anda juga dapat langsung mengirimkan naskah melalui email dengan format NON-HTML (plain text).
Naskah dikirim ke alamat email berikut:

Sekelumit informasi tentang anda sebagai penulis juga kami butuhkan untuk ditampilkan. Sekedar nama lengkap serta profesi atau aktifitas anda saat ini sudah lebih dari cukup. Pun bila keberatan untuk menerima komentar melalui email, mintalah pada pengelola untuk tidak menampilkan alamat email anda pada tulisan tersebut. Bila perlu, silahkan melampirkan foto diri terakhir. WPI akan memberikan respon bila naskah tulisan kemudian diterima atau ditolak untuk dipublikasikan. Jika naskah anda ternyata ditolak, jangan berkecil hati. Teruslah menulis.
“…seorang baru bisa dikatakan literat jika ia sudah bisa memahami sesuatu karena membaca dan melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman bacaannya.” (AHMAD BUKHORI. Menciptakan Generasi Literat. Pikiran Rakyat. 26 Maret 2005).
Selamat Berkarya!
Salam dan Senyum dari Wajah Pendidikan Indonesia,
http://id.edublogs.org – 3 Agustus 2005.
Dimutakhirkan pada 31 Desember 2005.
[1] Aceng Sobana.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment